Keajaiban Alam Indonesia yang Diakui UNESCO
Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 70% wilayah laut dan 30% daratan yang menjadikannya negara maritim terbesar. Kekayaan alam yang luar biasa ini meliputi lebih dari 50 taman nasional yang melindungi berbagai ekosistem dan keanekaragaman hayati. Beberapa taman nasional di Indonesia bahkan mendapatkan pengakuan dunia dari UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization). Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat Indonesia juga memiliki peran penting dalam melestarikan dan melindungi warisan alam ini.
Berikut adalah lima taman nasional Indonesia yang resmi masuk UNESCO, yang kaya akan keindahan alamnya:
1. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di semenanjung Ujung Kulon, bagian paling barat di pulau Jawa, Indonesia. Kawasan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli botani dari Jerman, F. Junghun pada tahun 1846. Sebagai taman nasional tertua di Indonesia, Ujung Kulon telah diresmikan sebagai salah satu warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991.
Sejak letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, kawasan Ujung Kulon mengalami perubahan besar, namun justru ekosistem vegetasi dan satwa liar di sini berkembang dengan baik. Taman ini menyimpan habitat alami bagi badak Jawa, selain itu juga menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar lainnya.
2. Taman Nasional Lorentz, Papua

Taman Nasional Lorentz dinobatkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1999. Taman ini memiliki kekayaan keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa. Salah satu puncak legendaris di taman ini adalah Puncak Jaya atau Carstenz Pyramid, yang termasuk dalam 7 puncak tertinggi dunia (seven summits) dengan ketinggian 4.884 mdpl.
Taman Nasional Lorentz juga merupakan Daerah Burung Endemik (Endemic Bird Area) dengan 45 spesies burung sebaran terbatas dan sembilan spesies burung endemik. Luas kawasan taman ini mencapai 2.348.683,31 Ha, terletak di 10 kabupaten di Provinsi Papua.
3. Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

Taman Nasional Komodo, yang terkenal dengan keindahan alam dan fenomena biawak komodo, ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991. Biawak komodo, hewan khas dari pulau Nusa Tenggara Timur, adalah kadal terbesar di dunia yang hidup di taman nasional ini serta beberapa pulau lainnya seperti Longos, Rinca, dan Flores.
Selain biawak komodo, taman ini juga menjadi tempat tinggal bagi kakatua kecil Jambul kuning yang hidup secara alami di pulau-pulau tersebut.
4. Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Taman Nasional Wakatobi menawarkan keindahan wisata bawah laut dan pantai yang memanjakan hati dan mata pengunjung. Diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Jaringan Cagar Biosfer Dunia pada tahun 2012, taman ini juga menjadi salah satu lokasi penyelaman kelas dunia.
Wakatobi memiliki 90% dari 820 jenis karang di dunia, menjadikannya destinasi utama bagi para penyelam. Berbagai lokasi selam siap memanjakan pengunjung dengan keindahan bawah laut yang luar biasa.
5. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Taman Nasional Baluran diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Cagar Biosfer Blambangan pada tahun 2016. Meskipun upaya konservasi telah dilakukan sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, taman ini tetap menjadi kawasan pelestarian yang dikelola dengan sistem zonasi untuk tujuan penelitian, pendidikan, pariwisata, dan rekreasi.
Dikenal sebagai "Africa van Java" karena dominasi padang savana, Taman Nasional Baluran memiliki keindahan alam yang unik dan menarik.
Itulah lima taman nasional Indonesia yang resmi masuk UNESCO. Status ini memberikan tanggung jawab kepada masyarakat Indonesia untuk menjaga kelestarian flora dan fauna. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, kita juga harus memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan alam Indonesia. Yuk, mari bersama-sama menjaga alam dan merawat taman nasional dengan penuh rasa cinta.
