Manfaat Menanam Bonsai di Rumah
Menanam bonsai di rumah tidak hanya memberikan kepuasan estetika, tetapi juga membawa suasana tenang dan alami ke dalam ruangan. Bentuknya yang kecil namun menyerupai pohon besar yang kokoh mampu menciptakan kesan seni yang elegan dan memperindah taman atau teras rumah. Namun, merawat bonsai memerlukan perhatian ekstra dan kesabaran tinggi agar bentuknya tetap indah dan akarnya tetap sehat.
Untuk menjaga kesehatan bonsai, berikut beberapa cara merawatnya:
Tips Merawat Bonsai yang Efektif
-
Siram Tanaman Saat Tanah Mulai Kering

Penyiraman yang tepat adalah kunci utama kehidupan bonsai. Jangan menyiram berdasarkan jadwal kaku, tetapi observasi kondisi tanah. Tusukkan jari atau tusuk gigi ke dalam tanah; jika terasa kering hingga kedalaman sekitar 1-2 cm, itu tandanya bonsai sudah haus dan perlu disiram hingga air mengalir keluar dari lubang drainase pot. Hindari overwatering karena bisa menyebabkan akar busuk, dan jangan juga membiarkannya kering kerontang karena daun bisa rontok. Kebutuhan air bisa berubah tergantung cuaca, saat hari sangat panas dan berangin, penyiraman mungkin perlu dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. -
Pastikan Mendapat Paparan Sinar Matahari

Meskipun ukurannya kecil, bonsai tetaplah pohon yang membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Sebagian besar jenis bonsai, terutama bonsai tropis dan pinus, membutuhkan paparan sinar matahari langsung setidaknya 5-6 jam sehari agar tumbuh subur dan batangnya kuat. Jika bonsai diletakkan di dalam ruangan (indoor), pastikan ia diletakkan di dekat jendela yang terang atau rutin dijemur di luar setiap pagi. Jangan lupa untuk memutar posisi pot secara berkala (misalnya seminggu sekali) agar seluruh sisi tanaman mendapatkan jatah sinar matahari yang merata dan pertumbuhannya tidak miring ke satu arah. -
Lakukan Pemangkasan Batang dan Daun

Seni bonsai terletak pada bentuknya yang rapi dan terstruktur. Oleh karena itu, pemangkasan (pruning) adalah agenda wajib. Lakukan pemangkasan pemeliharaan dengan memotong tunas-tunas liar yang tumbuh di luar bentuk desain yang diinginkan agar nutrisi pohon fokus ke batang utama. Selain menjaga bentuk, pemangkasan juga bertujuan untuk memperbanyak percabangan agar pohon terlihat rimbun dan tua. Gunakan gunting khusus bonsai atau gunting tanaman yang tajam dan steril saat memotong ranting agar tidak menimbulkan luka memar pada pohon yang bisa memicu infeksi. -
Berikan Pupuk Khusus Secara Teratur

Karena bonsai hidup di dalam pot kecil dengan volume tanah yang sangat terbatas, cadangan nutrisi di dalamnya akan cepat habis. Pemberian asupan nutrisi tambahan berupa pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) wajib dilakukan secara rutin agar pohon tetap bisa tumbuh dan bertahan hidup. Gunakan pupuk cair yang disiramkan ke tanah atau pupuk padat (slow release) yang diletakkan di atas media tanam. Namun, ingat prinsip "sedikit tapi sering". Memberikan pupuk terlalu banyak sekaligus justru bisa "membakar" akar bonsai dan membuatnya mati mendadak. -
Ganti Media Tanam dan Pot Secara Berkala

Seiring berjalannya waktu, akar bonsai akan memenuhi pot (root bound) dan media tanam akan memadat, sehingga air sulit meresap. Untuk mencegah tanaman tercekik, perlu dilakukan repotting atau penggantian pot dan tanah setiap 2 hingga 3 tahun sekali, tergantung kecepatan tumbuh jenis pohonnya. Saat mengganti pot, pangkas sebagian akar-akar tua yang terlalu panjang dan sisakan akar-akar serabut yang muda. Ganti media tanam lama dengan campuran tanah baru yang gembur (poros), seperti campuran tanah, pasir malang, dan kompos, agar aerasi akar kembali lancar. -
Bentuk Dahan Menggunakan Kawat Aluminium

Untuk mendapatkan bentuk pohon yang meliuk dramatis dan artistik, diperlukan teknik wiring atau pelilitan kawat. Lilitkan kawat aluminium atau tembaga khusus bonsai pada dahan atau ranting yang ingin ditekuk, lalu bentuk perlahan sesuai keinginan tanpa mematahkan kayunya. Biarkan kawat terpasang selama beberapa bulan hingga dahan mengeras pada posisi barunya. Kondisi kawat harus rajin dicek, jika kawat mulai terlihat "memakan" atau melukai kulit pohon karena batang membesar, segera lepas kawat tersebut agar tidak meninggalkan bekas luka parut yang merusak estetika. -
Jaga Kebersihan dari Hama dan Gulma

Bonsai yang sehat harus bebas dari gangguan parasit. Bersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di permukaan tanah pot karena mereka akan mencuri nutrisi bonsai. Selain itu, periksa balik daun secara rutin untuk melihat adanya hama seperti kutu putih, ulat, atau tungau. Jika menemukan hama, segera bersihkan secara manual menggunakan sikat gigi bekas yang lembut atau semprot dengan insektisida organik. Menjaga kebersihan daun dari debu dengan cara mengelap atau menyemprot air juga membantu bonsai bernapas lebih baik dan tampil lebih mengilap.
Itulah beberapa cara merawat bonsai yang bisa diterapkan di rumah. Memang butuh ketelatenan, tetapi melihat bonsai tumbuh indah dan berumur panjang akan menjadi kebanggaan tersendiri. Selamat berkebun!
FAQ Merawat Bonsai
Apakah bonsai bisa hidup terus di dalam ruangan ber-AC?
Pada dasarnya tidak disarankan. Bonsai adalah pohon yang butuh matahari dan sirkulasi udara alami. Jika ditaruh di ruang ber-AC terus menerus, bonsai akan stres, daunnya rontok, dan mati. Maksimal pajang di dalam ruangan 2-3 hari, lalu keluarkan lagi.
Kapan waktu terbaik menyiram bonsai?
Pagi hari adalah waktu yang ideal karena air bisa diserap tanaman untuk menghadapi panas siang hari, dan sisa air di daun sempat menguap. Menyiram sore hari juga boleh, asalkan daun kering sebelum malam tiba untuk mencegah jamur.
Kenapa daun bonsai tiba-tiba menguning dan rontok?
Penyebab paling umum ada dua, kekurangan air (underwatering) atau justru kebanyakan air (overwatering) hingga akar busuk. Cek kondisi tanahnya. Jika tanah becek dan bau, berarti kebanyakan air. Jika tanah keras dan retak, berarti kurang air.
