Undang Gus Miftah sebagai Pembicara Doa Akhir Tahun, Pemkab Dikritik, Sekda: Jangan Bertanya

Erfapulsa
By -
0

Kehadiran Gus Miftah dalam Acara Doa Akhir Tahun di Kabupaten Bogor Mendapat Kritik

Kehadiran Miftah Maulana Habiburrohman atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Miftah dalam acara doa akhir tahun di Kabupaten Bogor mendapat kritik dari sebagian netizen. Acara tersebut digelar di Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun, kehadiran Gus Miftah sebagai penceramah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Akun media sosial Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dibanjiri komentar netizen yang mempertanyakan alasan mengundang Gus Miftah. Beberapa netizen menulis, "Kenapa mesti Miftah?" dan "Bangun pakai uang rakyat, pas peresmian ngundang yang menghina rakyat. Otaknya di mana?" Selain itu, banyak netizen yang menginginkan ulama lokal sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Beberapa pengguna media sosial menilai bahwa Bogor tidak kekurangan tokoh ulama, dan menganggap Gus Miftah memiliki reputasi yang kontroversial. Netizen juga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah setempat yang mengundang tokoh yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Gus Miftah sendiri pernah viral karena mengolok-olok pedagang es teh dengan menyebutnya 'goblok'. Hal ini membuat sebagian netizen merasa tidak nyaman dengan kehadirannya dalam acara resmi pemerintah. Meski begitu, Gus Miftah tetap menjadi sorotan karena perannya dalam berbagai kegiatan sosial dan spiritual.

Penutupan Akhir Tahun 2025 di Kabupaten Bogor

Dalam keterangannya, Pemkab Bogor menyebut bahwa penutupan akhir tahun 2025 dilaksanakan secara berbeda. Acara doa bersama dan santunan anak yatim/lansia serta refleksi akhir tahun diadakan di kawasan Pakansari, Cibinong. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa perayaan kali ini tidak diisi dengan euforia atau hiburan.

"Menutup akhir tahun 2025, kami memilih berkumpul dan berdoa bersama seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," kata Rudy. Ia menambahkan bahwa acara ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk memohon ridha Allah SWT agar Bogor senantiasa dalam lindungan-Nya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memilih tidak mengomentari kritik netizen terhadap kehadiran Gus Miftah. Ia hanya menjawab, "Tanya ke mereka lah (netizen) yang mengkritik. Jangan tanya gua."

Persiapan Acara Doa Bersama oleh Gus Miftah

Doa bersama yang digelar Gus Miftah di akhir tahun 2025 ternyata berawal dari sebuah telepon singkat. Menurut Gus Miftah, acara tersebut dimulai dari obrolan singkat namun penuh makna dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Tanpa persiapan panjang dan anggaran khusus, istighosah akbar warga Nahdliyin pun terwujud sebagai doa untuk negeri dan keselamatan bangsa.

Acara doa bersama yang bertajuk "Doa Untuk Negeri: Satu NU, Satu Bangsa" berlangsung khidmat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat. Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah Nahdliyin yang memadati area masjid sejak selepas Isya. Tujuan acara adalah untuk mendoakan pemulihan pasca bencana di Sumatra sekaligus keselamatan bangsa dari ancaman iklim ekstrem.

"Ide acara ini baru tiga hari lalu saya ditelepon Pak Dasco," ujar Gus Miftah. Ia menjelaskan bahwa ajakan tersebut langsung direspons cepat, meskipun waktu persiapan terbilang singkat dan tanpa anggaran khusus.

Donasi untuk Korban Bencana

Sebelumnya, Gus Miftah menyiapkan donasi untuk membantu warga Aceh dan Padang, Sumatera Barat sebesar Rp1 miliar. Ia mengakui bahwa sebagian dari donasi tersebut sudah disalurkan agar bantuan bisa segera diberikan kepada warga yang menjadi korban atau terkena dampak dari banjir bandang dan longsor.

"Hari ini saya donasi untuk Aceh sebesar Rp500 juta yang dibelanjakan sama kawan-kawan saya di Aceh," kata Gus Miftah. Ia juga berencana mengirim sembako untuk Padang sebesar Rp500 juta, sehingga total donasi mencapai Rp1 miliar.

Gus Miftah menjelaskan bahwa donasi tersebut bukan dari kumpulan donatur yang ia kumpulkan sebelumnya, melainkan uang pribadinya. Ia menegaskan bahwa membantu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua orang termasuk dirinya.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default