Bacaan Liturgi Kamis 12 Februari 2026, Perayaan Santo Gaudensius

Erfapulsa
By -
0
Bacaan Liturgi Kamis 12 Februari 2026, Perayaan Santo Gaudensius

Bacaan-Bacaan Liturgi untuk Pesta Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman

Pada hari biasa pekan V tahun A, umat Katolik akan merayakan bacaan-bacaan liturgi yang disiapkan khusus untuk Pesta Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman. Warna liturgi pada hari ini adalah hijau, yang menggambarkan harapan dan kehidupan baru dalam iman.

Berikut adalah bacaan-bacaan liturgi yang akan dibacakan:

Bacaan Pertama: 1Raj 11:4-13

Pada masa Salomo, ia tidak lagi berpegang sepenuh hati kepada TUHAN, Allahnya. Ia menuruti allah-allah lain, seperti Asytoret dan Milkom. Perbuatan itu membuat TUHAN murka. Karena kelakuan Salomo, TUHAN menyatakan bahwa kerajaannya akan dikoyakkan dari tangan Salomo, meskipun tidak sepenuhnya, karena Daud, ayahnya.

Mazmur Tanggapan: Mzm 106:3-4,35-36,37,40

Mazmur ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjalani keadilan dan kesetiaan terhadap TUHAN. Orang-orang yang bercampur dengan bangsa-bangsa lain sering kali terjebak dalam perbuatan jahat, seperti beribadah kepada berhala dan mengorbankan anak-anak mereka.

Injil Katolik: Mrk 7:24-30

Yesus datang ke daerah Tirus dan bertemu dengan seorang ibu yang memohon Yesus mengusir setan dari anaknya. Meski awalnya mengatakan bahwa tidak patut mengambil roti dari anak-anak untuk diberikan kepada anjing, ibu itu menjawab dengan penuh keyakinan. Yesus memberkati permohonannya, dan anak perempuan itu sembuh.

Bacaan Khotbah (BCO): Kej 44:1-20.30-34

Dalam kisah ini, Yusuf memasukkan piala perak ke dalam karung Benyamin, lalu mengejar saudara-saudaranya. Ketika mereka ditangkap, Yehuda memohon agar dia sendiri menjadi budak pengganti Benyamin, karena takut ayahnya akan mati jika anak itu tidak kembali.

Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman

Santo Gaudensius lahir di kota Brescia, Italia pada pertengahan abad keempat. Keluarganya termasuk keluarga Kristen yang saleh. Sejak kecil, ia mendapatkan pendidikan iman yang baik dari Philaster, seorang Uskup yang kemudian menjadi orang Kudus. Gaudensius menjadi pemuda yang bijaksana, saleh, dan cakap, sehingga sangat dicintai oleh masyarakatnya.

Untuk meningkatkan hidup rohaninya, Gaudensius berangkat ke Tanah Suci untuk berziarah. Namun, rakyat Brescia memilihnya sebagai Uskup Brescia setelah Uskup Philaster meninggal. Ia dipanggil kembali dan ditahbiskan menjadi Uskup Brescia pada tahun 397.

Sebagai gembala umat, Gaudensius fokus pada pengajaran agama dan pendidikan iman. Khotbahnya penuh makna dan membawa banyak orang kembali kepada ajaran iman. Ia tidak segan-segan mencela orang-orang Kristen yang hidup tidak sesuai dengan ajaran iman. Gaudensius meninggal dunia pada tahun 420 di kota kelahirannya, Brescia.



Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default