Pengakuan Clayton Da Silva Tidak Bisa Main di Persis Solo, Pilih PSMS Medan Tantang Reputasi Klub

Erfapulsa
By -
0

Pemain Anyar PSMS Medan, Clayton Da Silva, Berharap Bawa Tim Naik Kasta

Pemain anyar PSMS Medan, Clayton Da Silva, mengungkapkan rasa bahagia setelah resmi bergabung dengan klub Ayam Kinantan meski sebelumnya gagal memperkuat Persis Solo. Ia diumumkan sebagai rekrutan baru PSMS Medan pada bursa transfer paruh musim. Manajemen Ayam Kinantan mengumumkan kepastiannya bergabung melalui akun Instagram resmi klub.

Gelandang serang asal Brasil itu bukan hanya menambah kedalaman skuad, tetapi diproyeksikan sebagai motor serangan yang mampu meningkatkan kualitas permainan tim di sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Sejak tiba di Medan, Clayton merasakan atmosfer positif dari tim dan manajemen. Ia mengaku mendapatkan sambutan hangat yang membuatnya cepat merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar PSMS.

“Pertama, saya sangat senang berada di sini. Semua pihak, baik pemain maupun manajemen, banyak membantu dan mendukung saya untuk datang ke Medan. Itu sangat penting bagi seorang pemain,” ujar Clayton.

Clayton juga menjelaskan sedikit perjalanan transfernya sebelum akhirnya berlabuh di PSMS Medan. Sebelumnya, ia sebenarnya sudah direkrut Persis Solo pada bursa transfer, namun dalam proses pendaftaran ke kompetisi Super League mengalami kendala administratif yang membuat statusnya tak kunjung tuntas. Situasi tersebut akhirnya membuatnya ditawarkan ke PSMS Medan, yang kemudian menyambut peluang itu dan resmi menjadikannya sebagai rekrutan anyar Ayam Kinantan.

“Saya sempat memiliki masalah dalam pendaftaran di Persis Solo. Mereka meminta saya untuk datang dan bermain, namun sebelum itu saya mendapat tawaran dari Medan. Saya meminta mereka untuk berkomunikasi langsung dengan PSMS karena saya tertarik datang ke sini,” katanya.

Sejak awal kedatangannya ke Medan, Clayton menunjukkan sikap profesional, komitmen tinggi, dan motivasi kuat untuk berkontribusi maksimal bagi klub kebanggaan Kota Medan tersebut. Kehadirannya langsung dikaitkan dengan kebutuhan tim untuk menutup kekosongan peran yang sebelumnya ditempati Vitor Barata di lini tengah.

Masuknya Clayton tidak bisa dilepaskan dari kondisi Barata yang tak kunjung pulih dari cedera panjang. Selama beberapa waktu terakhir, Barata sebenarnya masih tercatat sebagai bagian dari skuad, namun secara faktual belum mampu tampil optimal di lapangan. Situasi ini membuat tim berada dalam posisi sulit, terutama karena perannya sebagai playmaker sangat dibutuhkan dalam skema permainan.

Setelah melakukan serangkaian evaluasi bersama tim pelatih dan manajemen, PSMS akhirnya mengambil keputusan berat untuk mencoret Barata demi kepentingan tim. Manajemen kemudian bergerak cepat di bursa transfer paruh musim dengan mencari sosok pemain yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga siap secara fisik dan mental untuk langsung berkompetisi. Pilihan akhirnya jatuh kepada Clayton Da Silva, pemain dengan karakter menyerang, visi bermain yang baik, serta mobilitas tinggi di lini tengah.

PSMS berharap kehadirannya bisa meningkatkan kreativitas serangan, memperbaiki aliran bola dari lini tengah ke depan, serta menambah opsi dalam membongkar pertahanan lawan di laga-laga krusial.

Banyak Penggemar dan Reputasi Sejarah Klub

Menurut Clayton, ketertarikannya kepada PSMS bukan hanya karena faktor profesional, tetapi juga karena reputasi klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Basis suporter yang besar serta tradisi sepak bola yang kuat di Medan menjadi daya tarik tersendiri baginya.

“PSMS adalah klub besar dengan banyak penggemar dan sejarah panjang. Itu sangat bagus untuk saya dan sejauh ini saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari tim ini,” tambahnya.

Meski sudah mulai beradaptasi, Clayton mengakui bahwa bermain di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, terutama dari segi cuaca dan intensitas permainan. Ia menyebut bahwa kondisi panas serta tempo transisi permainan yang cepat membuatnya harus bekerja ekstra dalam menjaga kebugaran.

“Adaptasi saya sejauh ini berjalan baik. Saya sudah mulai berlatih sejak minggu lalu dan terus meningkat setiap harinya. Cuaca memang berbeda dan transisi permainan pemain lokal cukup cepat, jadi secara fisik memang cukup menantang,” jelasnya.

Siap Debut Lawan Sumsel United

Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Clayton menegaskan bahwa ia siap tampil maksimal pada laga terdekat PSMS Medan melawan Sumsel United FC.

“Untuk pertandingan Sabtu nanti melawan Sumsel United FC, saya akan memberikan yang terbaik,” tegas Clayton.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa target pribadi dan tim sejalan, yakni membawa PSMS kembali naik kasta.

“Tujuan kami jelas, yaitu membawa PSMS naik kasta. Saya datang ke sini untuk mendukung tim dan berusaha membantu mengangkat klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,” pungkasnya.

Dengan bergabungnya Clayton Da Silva, PSMS Medan berharap lini tengah semakin solid, aliran serangan lebih terstruktur, dan peluang promosi ke Liga 1 tetap terjaga hingga akhir musim.

Profil Singkat Clayton Da Silva

Clayton da Silveira da Silva lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 23 Oktober 1995. Pemain berusia 30 tahun tersebut telah berkarier sejak tahun 2012. Saat itu ia bergabung dengan klub asal Brasil Figuirense FC, sebelum akhirnya ditransfer ke klub Serie A Brasil, Atletico-MG. Pada masa berlaga di Liga Brasil, Clayton Silveira diberi banyak kepercayaan untuk bermain di Serie A.

Ia telah merampungkan 107 pertandingan dengan torehan 19 gol dan 12 assist selama 5.774 menit bermain dalam kompetisi tersebut. Sempat berstatus tanpa klub, Clayton Silveira akhirnya hijrah ke Liga Ukraina di bawah naungan Dynamo Kyiv pada 6 Oktober 2020. Namun disana, dirinya hanya pernah dimainkan sebanyak 1 kali selama 9 menit, dalam kurun waktu hampir satu tahun.

Kemudian ia memutuskan untuk kembali berlaga di tanah kelahirannya bersama CSA. Setelahnya ia juga sempat bergabung dengan Londrina-PR dan Hercilio Luz, sebelum banting setir ke Liga Malaysia bersama Perak FC. Di sana Clayton Silveira memiliki jam terbang yang cukup tinggi. Ia menjadi starter dalam 27 pertandingan bersama Perak FC, dengan perolehan 10 gol dan 7 assist selama 2.085 menit bermain.

Setelah satu musim membela Perak FC, pemain setinggi 175 cm tersebut mencoba peruntungannya pada Liga 2 India bersama Diamond Harbour FC. Sejak bergabung pada tanggal 9 Juli 2025, Clayton hanya pernah dimainkan sebanyak 3 kali di Durand Cup, dan berhasil menorehkan 4 gol dan 2 assist bersama Diamond Harbour FC.

Pada putaran kedua musim ini, Clayton Silveira akhirnya memutuskan untuk berlaga di Indonesia bersama Persis Solo. Ia resmi bergabung dengan Persis Solo pada 30 Januari 2026. Kini nilai pasar striker tersebut mencapai Rp 4,35 miliar. Angka tersebut merupakan angka terendah yang pernah ia raih sepanjang kariernya. Nilai pasarnya pernah mencapai Rp 86,91 miliar pada tahun 2016, saat dirinya bermain di Atletico-MG.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default