Seperti manusia, peran orang tua atau induk pada hewan sangat penting dalam kehidupan dan kelangsungan hidup anak-anaknya. Induk mengajarkan berbagai hal penting, mulai dari keterampilan berburu, membangun sarang, hingga menghindari ancaman predator. Seluruh kemampuan ini harus dipelajari oleh anak hewan agar nantinya mereka mampu bertahan hidup setelah meninggalkan sarang atau induknya.
Namun, tidak semua hewan berkembang tanpa kehadiran orang tua. Bahkan, ada beberapa yang tidak pernah melihat atau bertemu dengan orang tuanya sama sekali. Hewan apa saja itu? Mari kenali lima hewan yang tumbuh tanpa kehadiran orang tua berikut ini!
1. Megapoda atau burung api
Megapoda atau burung gosong adalah kategori burung yang sangat istimewa. Berbeda dengan cara biasanya, burung ini tidak mengurusi telurnya sendiri, melainkan memanfaatkan panas dari bumi, sinar matahari, serta panas hasil fermentasi untuk proses penetasan telur. Burung ini membuat tumpukan besar yang terdiri dari tanaman yang sudah membusuk atau pasir, lalu meletakkan telurnya di dalamnya.
Induk burung gosong secara rutin memantau suhu tumpukan pasir agar tetap stabil dalam proses menetaskan telurnya. Namun, tugas induk burung gosong tidak berhenti sampai di sana. Ketika waktunya tiba untuk menetas, anak burung gosong harus menggali diri keluar dari tumpukan tanpa bantuan dari induknya. Menurut keterangan Daniel Roby, seorang ahli ornitologi dari Universitas Oregon, pada halamanNational Geographic, Anak burung gosong tidak pernah bertemu atau melihat induknya sama sekali sepanjang hidupnya. Mereka belajar keterampilan untuk bertahan hidup secara mandiri.
2. Kupu-kupu
Kupu-kupu adalah hewan berikutnya yang membiarkan keturunannya hidup mandiri. Beberapa jenis kupu-kupu diketahui sengaja meletakkan telurnya dekat sarang semut. Tindakan ini dilakukan agar semut dapat merawat anak-anaknya.
Kupu-kupu biru besar atau large blue butterflydiketahui melakukan hal tersebut. Mengutip halamanBritannica, larva kupu-kupu dari subfamili Polyommatinae ini menghasilkan cairan manis yang disebut madu serangga atauhoneydewdari sistem pencernaannya. Cairan ini menarik perhatian semut merah, serta membuat ulat kupu-kupu ini memiliki aroma mirip dengan larva semut merah.
Oleh karena itu, semut merah membawa ulat tersebut ke dalam sarang mereka. Larva kupu-kupu biru kemudian dipadukan dengan larva semut merah. Ulat tersebut mengonsumsi larva-larva semut agar bisa berkembang lebih besar.
3. Ngengat
Sama seperti kupu-kupu, ngengat juga membiarkan keturunannya hidup mandiri sejak kecil. Namun, hal ini tidak berarti larva ngengat tidak memiliki cara untuk melindungi diri. Ulat kucing ataupuss caterpilar merupakan larva dari ngengat flannel moth (Megalopyge opercularis). Ulat ini memiliki bulu yang terkenalfluffyyang terlihat sangat halus. Meskipun tampak menarik, ulat kucing sangat beracun.
Ya, induk dari ulat kucing secara sengaja menutupi telurnya dengan bulu-bulunya.fluffydari bagian perutnya. Menurut Don Hall, seorang ahli entomologi dari Universitas Florida, rambut tersebut sebenarnya tidak beracun. Namun, rambutfluffyItu melindungi duri-duri kecil yang ada di tubuh ulat kucing, katanya. Duri-duri tersebut sangat beracun dan menyebabkan rasa sakit jika mengenai kulit. Perlindungan ini membuat ulat kucing tetap aman dari serangan predator meskipun tidak didampingi oleh orangtuanya.
4. Kadal pagar barat
Apakah kamu tahu bahwa buaya adalah satu-satunya jenis reptil yang merawat anaknya? Ya, fakta ini cukup umum bahwa kebanyakan kadal tidak membesarkan keturunannya. Sebagian besar dari mereka hanya meletakkan telur, menutupinya, lalu meninggalkannya. Bahkan mereka sering lupa bahwa sudah bertelur.
Kadal pagar barat atau western fence lizard (Sceloporus occidentalis), misalnya. Kadal asli Amerika Serikat dan Meksiko ini mampu menghasilkan 3—17 telur dalam satu periode. Dalam setahun, mereka dapat berkembang biak 1—3 kali, menurut laman tersebut.Animalia.
Kadal memiliki kloaka, yaitu sebuah lubang yang berfungsi untuk sistem reproduksi, pencernaan, dan saluran pembuangan sekaligus. Kadal, seperti kadal pagar barat, mungkin menganggap telurnya sebagai limbah. Nassima Bouzid, seorang calon doktor di Universitas Washington, menjelaskan peristiwa ini di halaman tersebut.National Geographic. Pengasuhan orang tua pada kadal mungkin merupakan bagian dari strateginya untuk memiliki keturunan sebanyak mungkin dengan harapan beberapa dari mereka dapat bertahan hidup.
5. Bunglon Labord
Sayangnya, spesies kadal ini tidak pernah bertemu dengan orang tua dari spesies mereka sendiri. Namanya adalah bunglon Labord atauLabord's chameleon (Furcifer labordi). Burung Madagaskar asli hanya hidup selama 4—5 bulan setelah menetas. Kehidupannya paling banyak dihabiskan di dalam telur, yaitu sekitar 8—9 bulan, demikian dikatakan oleh laman tersebut.Live Science.
Seorang ahli herpetologi dari Museum Alam Bumi Amerika, Chris Raxworthy, menjelaskan siklus hidup kura-kura Labord yang unik ini di halamanLive Science. Betina meninggal beberapa jam setelah bertelur karena telah menggunakan seluruh tenaganya. Jantan juga mati karena kehabisan energi dan sumber daya yang digunakan untuk bersaing memperoleh kesempatan berkawin dengan betina. Keseluruhan populasi mati sebelum telur-telur tersebut menetas. Oleh karena itu, bunglon Labord menjadi hewan berdarah panas dengan usia hidup terpendek di dunia.
Tetapi meskipun tidak ada induk di sampingnya, hewan-hewan ini tetap mampu berkembang dan bertahan hidup hingga dewasa. Bukti dari kelangsungan spesiesnya yang masih terjaga hingga saat ini. Setelah mengetahui lebih banyak, apa pendapatmu tentang lima hewan yang berkembang tanpa kehadiran orang tua di atas?
Question | Answer |
|---|---|
Apa contoh ulat yang berkembang tanpa adanya induknya? | Ulat ngengat, khususnya ulat kucing yang memiliki bulu pelindung dan duri beracun, tumbuh secara mandiri tanpa pengawasan dari induknya. |
Bagaimana mereka mampu bertahan hidup? | Banyak hewan ini memiliki penyesuaian khusus (seperti perlindungan tubuh, strategi mencari makanan, atau kebiasaan hidup mandiri) yang memungkinkan mereka bebas dari pengawasan orang tua tetapi masih bisa bertahan di lingkungan alaminya. |
Mengapa beberapa jenis hewan tidak merawat keturunannya? | Strategi ini merupakan bagian dari proses adaptasi evolusioner beberapa spesies yang menghasilkan banyak keturunan dan membiarkan yang paling kuat bertahan tanpa perlindungan langsung. |





