Kode Stroke Mayapada: Selamatkan Nyawa di Surabaya

Erfapulsa
By -
0
Kode Stroke Mayapada: Selamatkan Nyawa di Surabaya

Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Kisah Pasien Stroke Muda dan Inovasi Medis

Stroke, sebuah kondisi medis yang kerap dikaitkan dengan ancaman kecacatan permanen bahkan kematian, menuntut penanganan yang sigap dan tepat. Di awal tahun 2025, sebuah kisah inspiratif datang dari Surabaya, di mana seorang pria berusia 27 tahun berhasil lolos dari potensi kecacatan akibat serangan stroke. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kecepatan dalam penanganan medis, terutama pada fase kritis yang dikenal sebagai "periode emas".

Pasien muda tersebut tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) Mayapada Hospital Surabaya dalam kondisi darurat. Sejak satu jam sebelum kedatangan, ia mengalami kelumpuhan pada lengan dan tungkai kanannya, disertai dengan kondisi mulut yang miring ke kanan dan kesulitan berbicara. Insiden ini diperparah dengan pasien yang sempat terjatuh dan membentur pintu. Untungnya, ia segera mendapatkan penanganan yang memadai di Mayapada Hospital Surabaya, yang dikenal memiliki keunggulan dalam layanan "Code Stroke".

Protokol "Code Stroke": Kunci Penanganan Cepat dan Efektif

Dokter Deby Wahyuning Hadi, Sp.N(K), seorang Spesialis Neurologi Konsultan Neurorestorasi di Mayapada Hospital Surabaya, menjelaskan esensi dari protokol "Code Stroke". "Code stroke adalah protokol medis darurat yang dirancang untuk menangani pasien dengan gejala stroke secara cepat dan efisien dalam periode emas, yaitu waktu kritis selama 4,5 jam pertama setelah gejala stroke muncul. Tujuan utama diaktifkannya code stroke adalah untuk meminimalkan kerusakan otak dan secara signifikan meningkatkan peluang pemulihan pasien," ujar Dokter Deby.

Setibanya di UGD, pasien segera menjalani serangkaian pemeriksaan komprehensif. Ini meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh, tes gula darah, pemeriksaan laboratorium penunjang, pemberian oksigen, elektrokardiogram (rekam jantung), pemasangan monitor untuk memantau tanda-tanda vital secara berkala, serta CT Scan kepala.

Hasil pemeriksaan mengkonfirmasi diagnosis stroke sumbatan akut. Langkah intervensi medis segera diambil dengan pemberian terapi Trombolisis Intravena, yaitu obat yang berfungsi untuk memecah gumpalan darah yang menyebabkan penyumbatan, disalurkan melalui infus. Keajaiban medis terjadi hanya 90 menit pasca-terapi. Kondisi pasien menunjukkan perbaikan signifikan. Keluhan kelemahan pada lengan dan tungkai menjadi minimal, kedua anggota gerak tersebut dapat digerakkan kembali, posisi mulutnya kembali normal, dan ia mampu berbicara dengan lancar. Saat ini, pasien tengah menjalani proses rehabilitasi medis untuk memastikan kondisinya stabil dan siap untuk kembali beraktivitas normal. Kasus ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya penanganan stroke yang cepat dan tepat untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

Alur Penanganan Stroke di Mayapada Hospital Surabaya

Penanganan kegawatdaruratan stroke tidak berhenti pada terapi awal. Dokter Fadil, Sp.N(K), Spesialis Neurologi Konsultan Neurofisiologi Klinis di Mayapada Hospital Surabaya, memaparkan lebih lanjut mengenai alur penanganan pasien stroke. "Setelah prosedur awal di UGD, pasien segera dibawa ke ruang Radiologi dalam waktu 25 menit setelah kedatangan untuk menjalani pemeriksaan CT Scan atau MRI kepala. Hasil pemeriksaan ini kemudian segera diberikan kepada tim spesialis neurologi untuk menentukan jenis stroke yang dialami dan merancang langkah terapi yang paling sesuai," jelas Dokter Fadil.

Ia menambahkan bahwa pada kasus stroke sumbatan atau stroke iskemik yang paling umum terjadi, terapi Trombolitik Intravena harus diberikan secepat mungkin, idealnya dalam waktu kurang dari 60 menit sejak pasien tiba di rumah sakit. Namun, jika stroke melibatkan pembuluh darah besar atau terapi trombolitik tidak dapat diberikan karena suatu alasan, prosedur selanjutnya yang dapat dilakukan adalah Trombektomi. Prosedur minimal invasif ini sangat efektif untuk mengatasi penyumbatan yang lebih besar di otak.

Trombektomi dan Penanganan Malformasi Pembuluh Darah

Prosedur Trombektomi dijelaskan lebih rinci oleh dr. Dedy Kurniawan, Sp.N(K), FINA, Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi di Mayapada Hospital Surabaya. "Prosedur Trombektomi diawali dengan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) di Catheterization Lab (Cath Lab). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis kondisi pembuluh darah di otak dan leher secara detail. Dalam prosedur ini, sebuah kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di area lipatan paha, kemudian diarahkan hingga mencapai leher dengan bantuan wire dan panduan sinar-X (fluoroskopi). Setelah kondisi pembuluh darah teridentifikasi, tindakan Trombektomi dilakukan untuk mengeluarkan sumbatan yang ada," terang dr. Dedy.

Selain stroke sumbatan, terdapat pula jenis stroke pendarahan yang disebabkan oleh kelainan perkembangan pembuluh darah di otak, yang dikenal sebagai malformasi pembuluh darah atau Arteriovenous Malformation (AVM). AVM ditandai dengan adanya kumpulan pembuluh darah yang kusut seperti benang (nidus) yang berisiko pecah atau ruptur kapan saja.

Untuk penanganan AVM, dr. Dedy menjelaskan bahwa dapat dilakukan prosedur minimal invasif bernama Embolisasi Endovaskular. "Prosedur ini melibatkan penyuntikan zat khusus untuk menyumbat aliran darah yang menuju ke AVM, dilakukan melalui kateterisasi di Cath Lab. Tujuannya adalah untuk menurunkan tekanan di dalam otak, mengembalikan aliran darah ke kondisi normal, dan yang terpenting, mencegah terjadinya ruptur AVM," urainya.

Layanan Komprehensif di Mayapada Hospital Surabaya

Seluruh rangkaian penanganan komprehensif untuk kasus stroke, mulai dari diagnosis awal hingga intervensi lanjutan, dapat dilayani sepenuhnya di Mayapada Hospital Surabaya. Keandalan rumah sakit ini dalam menangani kasus "code stroke" didukung oleh infrastruktur dan tim medis yang mumpuni.

Mayapada Hospital Surabaya, bersama dengan unit Mayapada Hospital lainnya, memiliki layanan unggulan Tahir Neuroscience Center. Pusat ini berdedikasi untuk menangani berbagai penyakit saraf, otak, dan tulang belakang, baik yang ringan maupun yang kompleks.

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, menegaskan komitmen rumah sakit. "Mayapada Hospital Surabaya adalah rumah sakit yang siap siaga menangani stroke (stroke-ready hospital). Kami selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien (Patient Experience) dalam setiap pelayanan. Dalam menangani kasus stroke dan kondisi medis lainnya, kami menerapkan pendekatan Patient Centric Care, di mana pasien dilibatkan dalam setiap langkah perawatan. Kami juga mengedepankan sinergi aktif antar tim dokter multidisiplin melalui Collaboration of Care untuk memastikan perawatan yang optimal," ujar dr. Bona. Ia menambahkan, "Kami siap menangani kasus kegawatdaruratan stroke melalui layanan 24/7 Stroke Emergency di nomor 150990."

Akses Layanan dan Informasi Melalui MyCare

Kemudahan akses terhadap layanan kesehatan semakin ditingkatkan melalui aplikasi MyCare dari Mayapada Hospital. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengakses layanan Stroke Emergency, informasi jadwal praktik dokter, serta melakukan pemesanan jadwal konsultasi.

Aplikasi MyCare juga dilengkapi dengan fitur "Health Article & Tips" yang menyediakan berbagai informasi terkini mengenai penanganan berbagai masalah otak, saraf, dan tulang belakang yang ditangani oleh Tahir Neuroscience Center. Lebih lanjut, MyCare terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, mendukung aktivitas olahraga dan kebugaran Anda dengan fitur seperti penghitungan langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga perhitungan Body Mass Index (BMI).

Unduh aplikasi MyCare sekarang di Google Play Store atau App Store. Pengguna baru berkesempatan mendapatkan reward point berupa potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default