Keresahan Warga Gandaria Selatan Akibat Suara Bising Lapangan Padel

Erfapulsa
By -
0

Warga Jalan Haji Nawi Mengeluhkan Kebisingan dari Lapangan Padel


Warga di kawasan Jalan Haji Nawi, Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mengeluhkan kebisingan luar biasa yang berasal dari operasional lapangan padel yang berada di sebelah rumah mereka. Dari dentuman bola padel hingga keriuhan para pengunjung lapangan, hal-hal ini membuat warga terganggu. Bahkan, kebisingan tersebut berdampak pada kesehatan warga.

Pihak pengelola lapangan padel telah melakukan mediasi dan berjanji untuk memasang lapisan soundproof untuk meredam suara. Namun, warga tidak puas dengan solusi ini dan ingin agar lapangan ditutup total. Penolakan pihak pengelola dilakukan karena mereka harus membayar gaji dan THR karyawan.

Pengalaman Warga Terhadap Kebisingan

Di Jalan Haji Nawi, warga seperti Naufal Arsyad dan Idham Rahmanarto mengeluhkan suara dentuman bola, teriakan pemain, serta gema benturan yang masuk ke rumah mereka, sampai membuat aktivitas harian jadi terganggu.

"Yang kita rasakan tuh ketakutan sih. Maksudnya kita yang terbiasanya tiap pagi nih buka jendela leluasa gitu, sekarang tuh takut. Kenapa? Aku kalau buka jendela bising banget gitu karena lagi orang lagi main, orang lagi teriak, orang lagi maki-makian atau apa, itu kan sesuatu yang nggak bisa kita kontrol," keluh Idham.

Para warga mengatakan kebisingan itu berdampak ke ibadah, bekerja, bahkan kesehatan keluarga.


"Ibu saya kayak contoh semalam itu sudah tensinya menyentuh 200, gitu, udah sangat tinggi yang diakibatkan oleh stres dari kejadian ini," tambah Idham.

Mediasi Antara Warga dan Pengelola Lapangan Padel

Menanggapi keluhan kebisingan ini, Kelurahan Gandaria Selatan menggelar mediasi antara perwakilan warga dengan pengelola lapangan Fourthwall Padel.

“Alhamdulillah mediasi berjalan dengan sangat baik. Kedua belah pihak menyampaikan aspirasinya dari masing-masing. Dan juga yang saya sangat gembira di akhirnya mereka saling memaafkan,” ucap Ikhsan usai mediasi.

“Oleh karena itu hasil yang didapat di antaranya akan dipasang soundproof yang berkualitas baik. Yang targetnya adalah menurunkan desibel, peredam,” tambahnya.

Dalam mediasi itu disepakati pemasangan dinding soundproof dan pembatasan jam operasional setelah ramai suara yang dianggap mengganggu. Namun pihak padel menolak menutup total karena harus membayar tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan mereka.

“Tidak (bisa dihentikan), karena dari padel dia harus bayar karyawannya untuk THR bulan puasa, seperti itu,” ucap Ikhsan.

“Ada pegawainya 10 orang. Jadi, dilematis kalau kita tadi disampaikan, yang satu bising, yang satu nggak bisa makan. Dua-duanya sama-sama penting. Enggak bisa makan, mati. Keberisikan enggak enak. Jadi serba salah. Jadi diambil jalan yang baik, oke silakan kamu masih bisa kasih makan, tapi kurangi ya,” tambahnya.

Sebagai gantinya, pihak Fourthwall Padel akan mengurangi jam operasional hingga 50 persen, namun belum ditentukan apakah tutup pukul 7 atau 9 malam.

Hasil Mediasi: Kesepakatan Soundproof dan Jam Operasional, Warga Masih Tak Puas

Hasil pertemuan yang berlangsung sekitar dua setengah jam dan membuahkan kesepakatan pemasangan dinding soundproof yang dipasang selama Ramadan, serta operasi yang dikurangi hingga 50%.

Tapi salah satu perwakilan warga, Naufal menyebut pihaknya tak puas dengan hasil mediasi ini lantaran tak ada tuntutan mereka— seperti pemberhentian operasi dan evaluasi izin —yang dikabulkan oleh Kelurahan.

“Enggak (puas) lah. Kan besok malam tetap dengerin lagi, nanti malam tetap dengerin lagi berisiknya,” ucap Naufal usai mediasi.

“Karena udah kebayang nanti kita buka puasa, ‘jeder’ gitu kan. Dan itu aja sih. Nanti kita lihat aja ya, nanti malam apakah mereka lagi operasional apa enggak, aku juga enggak tahu. Karena dari kemarin media datang sampai pagi ini enggak ada operasional,” tambahnya.

Menurutnya solusinya cuma satu, setop operasional lapangan padel tersebut.


“Tuntutan kita: Satu, penghentian operasional secara total. Meminta pihak Fourthwall Padel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operasional di lokasi. Terus, kami berhak mendapatkan kembali ketenangan, keamanan, kenyamanan hidup kami sebelum adanya Fourthwall Padel,” ucap Naufal usai mediasi.

“Terus ada audit. Kami memohon audit dan pemeriksaan izin kembali oleh pemerintah. Mendesak dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh izin operasional Fourthwall Padel. Mempertanyakan legalitas bangunan yang beroperasi meskipun telah menerima SP1, SP2, SP3, SPPKS hingga SPP dari Dinas Cipta Karya pada periode Oktober-November 2025,” tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Akan Tindak Tegas Lapangan Padel yang Tidak Sesuai Izin

Pramono Bakal Tindak Tegas Lapangan Padel yang Tak Sesuai Izin

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan ini, dan menyatakan akan memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait masalah padel ini dan menindak tegas apabila terbukti operasional itu tidak sesuai aturan izin.

"Saya akan meminta untuk dipresentasikan dan bagi daerah-daerah yang kemudian mengganggu masyarakat karena kemudian tidak sesuai dengan izin yang diberikan tentunya Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas untuk itu," ucap Pramono.

Pramono menyebut bahwa berbagai laporan warga akan dibahas untuk memastikan dampak operasional tidak merugikan masyarakat sekitar.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default