Kekesalan Pelatih Persija Jakarta Terhadap Kritik Pemain Baru
Mauricio Souza, pelatih Persija Jakarta, merasa tidak nyaman dengan narasi publik yang terus menuntut tujuh pemain baru untuk langsung menjadi starter. Dari tujuh rekrutan anyar, hanya Alaaeddine Ajaraie dan Fajar Fathurrahman yang rutin bermain, sementara sisanya termasuk Jean Mota dan Cyrus Margono bahkan belum melakoni debut.
Keputusan bermain didasarkan pada kebutuhan tim dan kesiapan fisik pemain setiap hari, bukan sekadar nama besar atau pengalaman di klub ternama. Mauricio Souza menegaskan bahwa kesiapan fisik dan performa di lapangan jauh lebih penting daripada status kebintangan seorang pemain.
Dilema Menit Bermain Tujuh Penggawa Anyar Persija
Pada putaran kedua Super League 2025/2026, Persija Jakarta mendatangkan tujuh pemain baru, yaitu Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Mota, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono. Namun, dari ketujuh nama tersebut, hanya dua yang sering mendapatkan menit bermain.
Selebihnya masih jarang diturunkan, bahkan Jean Mota dan Cyrus Margono belum melakoni debut bersama tim Macan Kemayoran. Kondisi ini memicu narasi publik yang terus menyoroti pemain anyar seolah-olah mereka harus langsung menjadi starter, hal yang dinilai tidak tepat oleh Mauricio Souza.
Eks pelatih Madura United itu menegaskan meski kualitas pemain baru tidak diragukan, keputusan siapa yang akan dimainkan sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan tim dan kesiapan pemain. Sebagai contoh, Mauricio Souza menyebut Jean Mota sebagai pemain hebat yang berpengalaman di berbagai tim besar.
"Jean adalah pemain hebat. Dia bermain di berbagai tim ternama. Kami tidak ragu dengan kualitas yang dia miliki. Tapi seperti yang selalu saya katakan, ini adalah Persija. Siapa pun yang memakai jerseynya punya kualitas, dan siapa pun yang saya pilih harus memberikan hasil terbaik," ujar Mauricio Souza.
Fokus Kesiapan Fisik Menjelang Laga Kontra PSM
Mauricio Souza tampak agak kesal ketika kembali ditanya mengenai kemungkinan Jean Mota atau Mauro Zijlstra bermain sejak menit pertama saat Persija menjamu PSM Makassar. Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (20/2/2026).
Mauricio Souza menilai fokus berlebihan terhadap pemain baru berisiko meremehkan kontribusi pemain lama yang sudah lebih dulu berjuang bersama tim. "Selama beberapa waktu ini kalian cuma bicara soal pemain baru. Sepertinya semua pemain baru yang datang lebih baik dari pemain yang sudah ada di sini."
"Sepertinya kami punya kewajiban memasukkan pemain baru ke lapangan demi memuaskan kalian dan suporter," imbuhnya. Pelatih asal Brasil itu menegaskan hanya dirinya yang memahami kondisi internal tim secara mendetail, termasuk kesiapan fisik pemain sejak pertama kali datang.
Mauricio Souza mengingatkan publik seringkali tidak mengetahui latar belakang kebugaran pemain anyar sebelum menuntut mereka segera tampil. "Yang bersama mereka setiap hari adalah saya. Yang tahu kondisi mereka saat datang adalah saya. Dan yang menentukan kapan mereka debut adalah saya," tegas Mauricio Souza.
Performa di Lapangan Jadi Tolok Ukur Utama
Mauricio Souza bahkan menantang pihak-pihak yang mempertanyakan keputusannya untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum melontarkan opini. Banyak pihak menuntut pemain baru tampil tanpa mengetahui kapan terakhir kali mereka bermain atau berlatih secara kompetitif.
Di sisi lain, Mauricio Souza juga menyoroti kecenderungan kritik berlebihan terhadap pemain lama, mencontohkan kasus seorang pemain yang sempat dikritik usai satu laga buruk namun tampil luar biasa di pertandingan berikutnya. Bagi Mauricio Souza, ini menjadi bukti bahwa penilaian tidak bisa hanya didasarkan pada satu penampilan saja.
"Saya sangat percaya pada pemain saya. Tidak ada yang akan bermain karena nama besar. Mereka akan bermain karena performa," jelasnya. "Jadi sebelum terus menuntut, cobalah hormati pemain yang sudah ada di sini. Saat saya rasa mereka harus main, mereka akan main," pungkas Mauricio Souza.
Absensi Dua Pilar Lini Belakang Macan Kemayoran
Persija Jakarta dipastikan tidak akan diperkuat dua pemain di lini belakang saat menjamu PSM Makassar. Kedua pemain tersebut adalah Rizky Ridho dan Paulo Ricardo. Rizky Ridho harus absen lantaran menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, sementara Paulo Ricardo mengalami cedera saat Persija menang 1-0 lawan Bali United pada pekan ke-21 lalu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/2/2026).
Meski mengakui keduanya merupakan pilar penting, pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak merasa khawatir dan tetap optimistis anak-anak asuhnya bisa bermain baik melawan PSM. Mauricio Souza tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan utama karena ia masih memiliki pemain lain yang bisa diberi kesempatan untuk membuktikan kualitasnya.
"Ya, keduanya tidak dalam kondisi untuk bermain. Satu cedera dan satunya terkena suspensi. Tapi kami punya pemain pengganti di dalam skuad. Kami akan mencoba menurunkan formasi terbaik yang mungkin," ujar Mauricio Souza.
Ujian Kedalaman Skuad dan Kondisi Cedera Paulo Ricardo
Mauricio Souza menegaskan, setiap pemain Persija harus siap kapan pun dipercaya tampil. Menurut juru taktik asal Brasil tersebut, inilah momen penting bagi kedalaman skuad untuk menunjukkan Persija tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja.
"Ini momen bagi skuad untuk menunjukkan bahwa mereka punya kualitas. Tidak ada yang bisa kita perbuat soal absennya mereka. Kami harus mencari solusi di dalam skuad," katanya. Terkait kondisi Paulo Ricardo, Mauricio Souza memastikan tim medis masih terus memantau perkembangan pemain asal Brasil itu, terutama karena cedera terjadi di bagian otot.
Meskipun sempat menyebut nama Paulo Sergio secara spesifik dalam penjelasannya mengenai cedera otot, Mauricio Souza belum bisa memastikan durasi absen sang pemain. "Mereka dua pemain penting yang tidak akan main. Tapi saya percaya pada setiap pemain yang saya masukkan ke lapangan. Paulo Sergio mengalami cedera otot (hamstring). Kami belum tahu berapa lama dia akan menepi," jelasnya.
