Apa Penyebab BAB Berlendir?

Erfapulsa
By -
0

Sedikit lendir dalam feses sebenarnya merupakan hal yang normal. Lendir berperan melapisi serta melindungi bagian dalam usus besar, membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar. Namun, terkadang munculnya lendir yang lebih banyak dari biasanya bisa menjadi tanda adanya.

Bila lapisan pelindung usus mengalami kerusakan, lendir akan tampak lebih jelas dalam feses. Keadaan ini biasanya diikuti oleh gejala lain, seperti feses yang mengandung darah atau demam, yang menunjukkan bahwa sistem pencernaan sedang bermasalah.

Oleh karena itu, jika kamu mengalami lendir berlebih saat buang air besar, jangan diabaikan. Perhatikan gejalanya, dengarkan isyarat tubuhmu, dan jika diperlukan, segera konsultasikan dengan dokter.

Ketahui berbagai kemungkinan penyebab buang air besar yang mengandung lendir melalui ulasan di bawah ini.

1. Sindrom gangguan usus besar

Saat mengalami irritable bowel syndrome(IBS) atau sindrom iritasi usus besar, makanan tertentu, tekanan mental, atau perubahan hormon bisa memicu kram pada usus. Hal ini menyebabkan makanan bergerak terlalu cepat melalui sistem pencernaan dan mengakibatkannya dikeluarkan dalam bentuk diare berair atau berlendir.

Selain feses yang berlendir, gejala-gejala IBS lainnya antara lain:

  • Nyeri perut yang terus-menerus berlangsung atau tidak membaik setelah buang air besar.

  • Sembelit, diare, atau keduanya.

  • Perut kembung.

  • Perut bengkak.

  • Sensasi ingin BAB.

2. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan dan alergi makanantentu saja dapat memicu peradangan pada dinding usus. Hal ini bisa meningkatkan pengeluaran lendir, sehingga menyebabkan adanya lendir dalam feses.

Selain lendir dalam feses, ketidakmampuan tubuh menghadapi makanan juga dapat diiringi gejala lain, seperti perut kembung, diare, ruam merah pada kulit, produksi gas berlebih, atau konstipasi.

Jika kamu mencurigai memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi agar dapat menjalani pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

3. Infeksi gastrointestinal

Sistem pencernaan bisa terinfeksi oleh virus, bakteri, atau cacing. Infeksi ini dapat muncul akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar atau karena kebersihan tangan yang tidak memadai. Gejala lain dari infeksi pada saluran pencernaan meliputi:

  • Diare.
  • Sakit perut.
  • BAB disertai darah.

Pengobatan terhadap infeksi saluran pencernaan melibatkan pemberian cairan dan memberi istirahat pada usus dengan mengonsumsi makanan yang tidak terlalu panas. Selain itu, penggunaan antibiotik dan obat antiparasit mungkin diperlukan.

4. Penyakit Crohn

Pada orang dengan penyakit Crohn, usus kecil dan besar sering mengalami peradangan. Selain itu, kondisi ini bisa memicu diare yang disertai lendir.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Crohn. Namun, obat-obatan serta perubahan dalam pola makan bisa membantu mengurangi dan mengontrol gejalanya.

5. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif menyebabkan iritasi dan bisul pada usus besar. Kondisi ini sering memicu diare yang disertai darah dan lendir, nyeri kram, serta rasa ingin buang air besar. Terkadang, gejala-gejala ini bisa membuat penderita terbangun di malam hari untuk pergi ke kamar mandi.

Penyakit kolitis ulseratif tidak bisa disembuhkan. Namun, pengobatan dapat membantu mengurangi peradangan. Pembedahan mungkin diperlukan dalam kondisi yang lebih berat.

6. Wasir

Wasirmerupakan pembengkakan pada pembuluh darah di area anus. Hemoroid dibagi menjadi dua jenis, yaitu hemoroid yang berada di luar anus (hemoroid eksternal) dan hemoroid internal.

Ambeien adalah kondisi yang sering terjadi dan bisa menyebabkan pendarahan, gatal, atau nyeri. Gejala lain dari ambeien meliputi:

  • BAB mengandung darah dan lendir.
  • Nyeri dubur.
  • Gatal di daerah anus.

7. Fibrosis kistik

Fibrosis kistikmerupakan kondisi yang bersifat turunan dan menyebabkan tubuh menghasilkan lendir tebal serta lengket yang bisa menumpuk di paru-paru, pankreas, dan usus. Orang yang menderita fibrosis kistik kesulitan mencerna lemak. Sebaliknya, mereka mengeluarkannya.

Pada penderita fibrosis kistik, feses biasanya lunak dan berminyak. Gejala lain dari fibrosis kistik meliputi:

  • Mengi.
  • Batuk yang diiringi lendir atau darah.
  • Berat badan rendah.

Fibrosis kistik tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan bisa membantu menghilangkan kelebihan lendir dalam tubuh. Hal ini selanjutnya memungkinkan kamu untuk bernapas lebih lancar dan membantu mencegah infeksi.

8. Proktitis

Proktitismerupakan peradangan pada lapisan rektum. Beberapa faktor dapat memicunya, seperti penyakit Crohn, infeksi, dan terapi radiasi.

Peradangan di bagian rektum dapat memicu produksi lendir berlebih yang mungkin terlihat sebagai lapisan pada feses atau keluar secara terpisah. Beberapa individu yang mengalami proktitis mungkin mengeluarkan lendir yang campur darah atau purulen.

Gejala-gejala lain dari proktitis meliputi:

  • Rasa sakit di area dubur atau perut bagian kiri.
  • Sering kali merasa ingin buang air besar meskipun usus dalam keadaan kosong.
  • Diare atau sembelit.

9. Abses rektal atau fistula

Abses anusmerupakan infeksi di area anus atau rektum yang mengakibatkan terbentuknya kumpulan nanah. Hal ini bisa terjadi ketika kelenjar dubur yang menghasilkan lendir mengalami penyumbatan. Jika abses tidak ditangani dengan benar atau tidak sembuh secara sempurna, hal ini dapat memicu perkembanganfistula aniFistula ani merupakan saluran yang terbentuk antara lubang dubur dan kulit di sekitar area tersebut.

Cairan yang keluar dari abses atau fistula bisa tercampur dengan feses, nanah, atau darah. Selain lendir dalam feses, seseorang yang mengalami abses anus atau fistula mungkin mengalami gejala berikut:

  • Rasa sakit di area dubur, kulit memerah, atau terjadi pembengkakan.
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Panas dingin.

10. Intususepsi

Intususepsimerupakan keadaan di mana sebagian usus melipat ke bagian usus lainnya. Keadaan ini bisa memicu komplikasi seperti penyumbatan usus dan dehidrasi.

Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami intususepsi, sedangkan kondisi ini jarang terjadi pada orang dewasa. Salah satu tanda intususepsi pada anak adalah buang air besar yang mengandung lendir dan darah, yang dikenal sebagai tinja seperti selai kismis. Gejala lain dari intususepsi pada anak antara lain:

  • Kram perut yang parah.
  • Kelesuan.
  • Muntah.

Dalam kebanyakan kasus, lendir dalam tinjabukanlah kondisi yang berbahaya dan dapat disembuhkan dengan mudah. Namun, kamu perlu waspada jika lendir tersebut keluar dalam jumlah besar dan disertai gejala tambahan, seperti:

  • Kotoran yang mengandung darah atau lendir.
  • Sakit perut yang sangat hebat.
  • Perut kembung berlebihan.
  • Diare konstan.

Referensi

Tua Saude. Diakses pada Oktober 2024.Mukus dalam Tinja: 9 Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya.

WebMD. Diakses pada Bulan Oktober 2024.Apa Artinya Memiliki lendir dalam BAB?

Medical News Today. Diakses pada Bulan Oktober 2024.Apa yang menyebabkan lendir dalam feses, dan apakah ini merupakan masalah kesehatan yang mendesak?

Verywell Health. Diakses pada Oktober 2024.Penyebab lendir dalam tinja.

Kesehatan. Diakses pada Oktober 2024.9 Alasan Anda Mungkin Melihat lendir dalam Feses.

7 Alasan Bintik Putih pada Feses yang Perlu Anda Ketahui Omphalocele, Kondisi Organ Pencernaan Tumbuh di Luar Perut 7 Cara Menghindari Masalah Pencernaan Saat Berpergian

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default