Pernahkah kamu merasakan perut terasa kencang tiba-tiba saat sedang menahan lapar di siang hari atau justru sesaat setelah berbuka? Kram perut selama puasa sering muncul ketika rasa tidak nyaman ini mulai mengganggu fokus dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Rasa kaku, nyeri yang menusuk, hingga sensasi seperti diremas-remas di area perut ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang yang menjalani ibadah puasa.
Biasanya, kamu merasa tubuh sangat lemah disertai rasa sakit di perut yang muncul dan menghilang saat sedang sibuk bekerja. Kamu mungkin mengira hal itu sebagai rasa lapar biasa, namun sebenarnya tubuhmu sedang memberi tanda bahwa terjadi sesuatu di sistem pencernaan. Memahami penyebab dari nyeri perut saat berpuasa sangat penting agar kamu bisa menjalani sisa hari dengan lebih nyaman dan tetap bertenaga.
1. Kekurangan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit
Kurangnya cairan menjadi penyebab utama karena tubuh tidak menerima asupan air selama lebih dari 12 jam. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, otot-otot di seluruh tubuh, termasuk otot polos yang terdapat di dinding perut, menjadi lebih rentan dan mudah mengalami kontraksi atau kram. Cairan sangat penting untuk membantu otot bergerak dan rileks secara normal, sehingga kekurangan air dapat memicu gangguan dalam proses ini.
Selain masalah air, kehilangan mineral penting seperti kalium, magnesium, dan natrium melalui keringat tanpa adanya pengganti saat sahur juga memperparah kondisi tersebut. Ketidakseimbangan elektrolit ini mengganggu sinyal saraf yang mengontrol gerakan otot dalam sistem pencernaan kamu. Jika kamu tidak cukup mengonsumsi cairan pada malam hari, otot perut akan lebih mudah mengencang dan menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak nyaman di siang hari.
2. Kebiasaan makan berlebihan atau perilaku makan secara berlebihan
Alasan berikutnya sering muncul ketika tiba saat berbuka puasa, di mana kamu mungkin merasa ingin memakan seluruh hidangan yang ada di meja secara bersamaan. Perilaku makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat ataubinge eatingSetelah tidak makan sepanjang hari, lambung dapat mengalami peregangan mendadak. Keadaan ini memicu tekanan tinggi di dalam perut, yang kemudian direspons oleh tubuh melalui kontraksi otot kuat atau kram.
Selain dari ukuran porsi, kecepatan kamu mengunyah makanan juga sangat berdampak pada kenyamanan perut, lho. Ketika makan terlalu cepat, secara tidak sadar kamu juga menelan banyak udara atau yang secara medis dikenal sebagaiaerophagia. Udara yang terperangkap di dalam saluran pencernaan ini akan berubah menjadi gas yang menekan dinding lambung dan usus, menyebabkan rasa kembung serta nyeri perut yang mengganggu.
3. Mengonsumsi makanan yang menyebabkan gas dan mengiritasi perut
Jenis makanan yang kamu pilih saat sahur atau berbuka memiliki pengaruh besar dalam menentukan apakah perutmu akan merasa tidak nyaman atau tidak. Makanan yang terlalu pedas, asam, atau mengandung lemak tinggi bisa mengganggu lapisan lambung yang sedang rentan. Irritasi ini dapat memicu peningkatan produksi asam lambung yang akhirnya menyebabkan kram dan rasa sakit di bagian dada atauheartburn.
Tidak hanya makanan pedas, mengonsumsi sayuran tertentu secara berlebihan seperti kubis, brokoli, atau kacang-kacangan saat perut masih dalam proses penyesuaian juga dapat memicu produksi gas yang berlebihan. Gas ini akan menumpuk di usus besar dan menyebabkan pembengkakan atau peregangan pada saluran pencernaan kamu. Jika kamu sering mengonsumsi makanan jenis ini saat perut kosong, jangan kaget jika rasa kembung terus-menerus mengganggumu selama masa puasa.
4. Peningkatan asam lambung atau peradangan lambung
Kondisi perut yang tidak terisi dalam jangka waktu lama secara alami dapat memicu produksi asam lambung atauHClmeskipun tidak ada makanan yang masuk untuk dicerna. Bagi kamu yang memiliki riwayat maag atau gastritis, peningkatan asam lambung ini dapat memicu iritasi pada dinding lambung. gesekan antara asam dan dinding lambung yang meradang itulah yang menyebabkan kontraksi nyeri yang sangat hebat.
Gejala ini biasanya semakin parah jika kamu langsung mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh pekat saat sahur atau berbuka. Kafein dapat membuat otot katup kerongkongan bawah menjadi lebih lemah, sehingga asam lambung lebih mudah naik dan menyebabkan iritasi. Pastikan kamu selalu memulai berbuka puasa dengan makanan yang lunak dan ramah terhadap perut untuk mengurangi risiko kram akibat gangguan asam ini, ya.
5. Konstipasi dan gangguan gerakan usus
Perubahan pola makan serta rendahnya konsumsi serat selama berpuasa sering kali menyebabkan masalah sembelit. Ketika feses menjadi keras akibat kurangnya cairan, usus harus bekerja lebih keras dengan melakukan gerakan.peristaltikyang lebih kuat untuk mendorong kotoran keluar. Tekanan tambahan dari otot usus inilah yang selanjutnya dirasakan sebagai nyeri perut di bagian bawah atau tengah.
Selain itu, perubahan jam biologis atau ritme sirkadian tubuh juga berdampak pada kecepatan kerja sistem pencernaan kamu. Saat berpuasa, metabolisme cenderung melambat, dan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik ringan, sisa makanan akan lebih lama tertahan di dalam usus. Penumpukan sisa makanan ini memicu fermentasi bakteri yang menghasilkan gas, yang akhirnya kembali menjadi penyebab umum rasa kram perut.
Mulai saat ini, coba lebih bijak dalam mengelola gaya hidup agar tidak sering mengalami kram perut saat berpuasa. Dengan menjaga kebiasaan yang sehat, ibadah puasa akan terasa lebih ringan, nyaman, dan penuh manfaat tanpa gangguan rasa sakit di perut yang mengganggu, ya.
Referensi
Mengapa Setelah Berbuka Puasa Tenggorokan Terasa Lebih Kering? Ini Penyebabnya! Mengapa Rasa Kering Muncul di Tenggorokan Saat Berpuasa Ramadan? Mengapa Mulut Kering dan Retak Terjadi Saat Berpuasa? Ini 5 Penyebabnya!Mengapa Anda Mengalami Kram Otot atau Nyeri Tubuh Saat Berpuasa (dan Cara Mengatasinya)Everyday Health. Diakses Februari 2026.
“Abdominal Pain”. Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“Gas and gas pains”. Mayo Clinic. Diakses 2026.
Nyeri Perut: Penyebab dan PengobatanWeb MD. Diakses Februari 2026.
Apa yang Menyebabkan Nyeri Perut dan Cara MengatasinyaHealthline. Diakses Februari 2026.





