Syahrini Pulang Kampung, Ikut Buka Bersama, Kondisi Tubuh Istri Reino Barack Membuat Sahabat Terkejut

Erfapulsa
By -
0
Ringkasan Berita:
  • Kembali ke kampung halaman, Syahrini terlihat hadir bersama suaminya, Reino Barack, dalam suasana hangat berbuka puasa atau bukber Ramadhan bersama teman dekat.
  • Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi fisik Syahrini saat hadir di acara tersebut.
  • Di dalam cerita tersebut, terdapat komentar dari seorang teman dekat dengan akun Instagram @oxcel. Ia menyampaikan rasa kagumnya terhadap bentuk tubuh Syahrini yang ramping dan sempurna.

Erfa Pulsa -Tidak lama yang lalu, Syahrini tampak kembali ke Indonesia.

Kali ini, artis yang dikenal dengan panggilan Incess tersebut terlihat hadir bersama suaminya, Reino Barack, dalam suasana hangat acara buka puasa atau bukber Ramadhan.

Peristiwa bukber tersebut tidak hanya dihadiri oleh Syahrini dan Reino, tetapi juga oleh teman-teman dekatnya, termasuk Aisyahrani yang turut memeriahkan acara silaturahmi ini.

Kondisi acara terasa hangat dan penuh keakraban. Para teman dekat tampak menikmati kesempatan bersama sambil berbagi cerita dan tawa, memperkuat ikatan persahabatan pada bulan yang penuh berkah ini.

Namun, tidak hanya kehangatan acara buka bersama yang menarik perhatian masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi fisik Syahrini ketika hadir di acara tersebut.

Instagram pribadi Syahrini, @princessyahrini, pada Jumat, 6 Maret 2026, sempat membagikan kembali cerita dari sahabatnya yang ikut bukber kemarin.

Di dalam cerita tersebut, terdapat komentar dari seorang teman dekat dengan akun Instagram @oxcel. Ia menyampaikan rasa kagumnya terhadap bentuk tubuh Syahrini yang ramping dan sempurna.

Teman dekat itu bahkan mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki diri agar bisa seketat Syahrini.

"Aku harus berhenti mengunyah agar bisa kembali segar seperti teteh, mohon bantuannya @princessyahrini," tulis dalam caption.

Terlihat dalam foto yang diunggah, Oxcel berdiri di samping Syahrini yang membawa tas cokelat.

Dengan cara yang menggoda, Incess mengembangkan bibirnya sambil mengangkat satu tangan dan membuka telapak tangan ke atas.

Saat itu dia memakai setelan kulit dan kemeja yang senada dengan warna cokelat, serta sepatu hak tinggi.

Tips Menghindari Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan sering dikaitkan dengan perubahan kebiasaan makan dan waktu makan yang berbeda dibandingkan hari-hari biasa.

Dengan waktu makan yang terbatas antara subuh hingga maghrib, banyak orang beranggapan bahwa puasa dapat membantu mengurangi berat badan.

Namun, meskipun berpuasa dapat mengurangi asupan kalori harian, banyak orang justru mengalami peningkatan berat badan karena makan berlebihan saat sahur atau berbuka, serta memilih hidangan yang tidak sehat.

Oleh karena itu, pengendalian konsumsi energi tetap menjadi faktor penting agar puasa memberikan manfaat baik bagi kesehatan.

Lalu, bagaimana cara menghindari kenaikan berat badan saat menjalani puasa Ramadhan?

Dikutip dari situs resmi ugm.ac.id, Kepala Instalasi Gizi RSA UGM, Pratiwi Dinia Sari, menyampaikan bahwa secara ilmiah puasa berpotensi membantu mengurangi berat badan.

Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu makan yang biasanya diiringi dengan penurunan jumlah dan kalori asupan harian.

Saat asupan energi menurun, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan.

Adaptasi ini mungkin memengaruhi berat badan jika dilakukan secara teratur dan diawasi dengan baik.

"Karena keterbatasan waktu untuk makan atau minum, maka seharusnya jumlah dan kalori dari asupan makanan juga berkurang, sehingga dapat memengaruhi penurunan berat badan," katanya, dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, Rabu (25/2/2026).

Menurut Dini, panggilan akrabnya, puasa juga berdampak pada hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Penelitian mengungkapkan dampak rasa puas terhadap hormon leptin dan ghrelin, yang berperan dalam sinyal lapar serta pengaturan nafsu makan.

Jika diimbangi dengan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik ringan, kondisi ini dapat membantu dalam mengontrol berat badan.

"Berpuasa dapat membuat nafsu makan lebih terkendali, yang bisa membantu mengurangi berat badan apabila diiringi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik ringan," katanya.

Meskipun jumlah makanan yang dikonsumsi berkurang, jumlah kalori harian belum tentu lebih sedikit.

Dini menekankan kepentingan memilih jenis makanan agar keseimbangan energi tetap terjaga.

Banyak hidangan berbuka memiliki kandungan kalori yang tinggi meskipun dalam porsi kecil.

Jika waktu sahur dan berbuka diisi dengan makanan yang kaya akan kalori, kelebihan energi masih mungkin terjadi.

"Jika pemilihan menu makanan saat sahur dan berbuka lebih banyak mengandung kalori tinggi, meskipun jumlah atau porsi makanan lebih sedikit, bisa saja terjadi kelebihan asupan kalori sehingga berakibat pada kenaikan berat badan," katanya.

Dini memberikan contoh makanan yang mengandung lemak dan gula tinggi yang biasanya hadir sebagai hidangan pembuka.

Satu potong pisang goreng beratnya 50 gram mengandung sekitar 130 kilokalori, hampir sama dengan 500 gram pepaya.

Satu sendok makan gula merah setara sekitar 50 kilokalori.

Minuman manis seperti es buah atau sup buah umumnya dicampur dengan sirup atau kental manis yang meningkatkan konsumsi gula.

"Jika makanan yang kaya akan lemak dan gula menjadi pilihan saat sahur maupun berbuka, maka akan meningkatkan jumlah kalori yang masuk dalam sehari, dan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan asupan kalori," katanya.

Mengenai kekurangan kalori, Dini menekankan bahwa perhitungan yang ideal perlu disesuaikan dengan kondisi pribadi karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda.

Pelayanan konseling nutrisi berfungsi untuk menentukan kebutuhan kalori berdasarkan usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas seseorang.

Secara umum, prinsip nutrisi seimbang tetap menjadi panduan.

Porsi sayuran disarankan sebanyak setengah piring, ditambah dengan lauk hewani atau tumbuhan, serta cukup mengonsumsi cairan.

"Secara umum, rekomendasinya adalah mengatur pola makan sesuai dengan prinsip gizi seimbang," kata Dini.

Perubahan kebiasaan tidur selama bulan Ramadan juga berdampak pada berat badan.

Tidur terlalu larut atau durasi tidur yang tidak cukup dapat mengganggu hormon lapar, hormon kenyang, serta produksi kortisol, yang berakibat pada proses metabolisme tubuh.

Dini menyarankan untuk tidur lebih awal pada malam hari serta melakukan istirahat siang selama 20–30 menit.

"Usahakan untuk tidur lebih awal pada malam hari agar durasi tidur tetap memadai dan lakukan istirahat singkat di siang hari," katanya.

Dini menambahkan, kegiatan fisik tetap diperlukan selama bulan Ramadan agar keseimbangan energi tetap terjaga.

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau latihan beban dengan intensitas rendah bisa dilakukan sesuai kemampuan, sebaiknya 20–30 menit sebelum atau setelah berbuka.

Ia juga menyarankan untuk berbuka dengan air putih dan tiga buah kurma atau potongan buah, memilih satu jenis hidangan pembuka dalam satu porsi, serta memastikan menu sahur dan berbuka tetap lengkap dan seimbang.

"Terus lakukan aktivitas olahraga ringan seperti berjalan kaki atau latihan beban dengan intensitas rendah sesuai kemampuan," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

Diolah dari artikel Banjarmasinpost.co.id.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default