
Gempa di Priangan: Garut, Bandung, dan Pangandaran Diguncang
Pada Jumat (20/2/2026), wilayah Priangan kembali diguncang oleh gempa bumi. Kali ini, gempa terjadi di Garut pada pagi hari dengan kekuatan Magnitudo 3,1. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa tersebut berlangsung pada pukul 09.54 WIB. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 105 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 18 km.
Informasi mengenai gempa ini disampaikan melalui akun X @bmkgwilayah2 dengan detail sebagai berikut: "Info Gempa Mag:3.1, 20-Feb-2026 09:54:53 WIB, Lok: 7.96 LS - 107.31 BT, 105 km Barat Daya KAB-GARUT-JABAR, Kedlmn: 18 km ::BMKG."
Sebelumnya, pada dini hari hari yang sama, dua gempa lain juga terjadi di wilayah Priangan. Pertama, gempa berkekuatan M3,6 mengguncang Bandung pada pukul 01.08 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 106 km Barat Daya Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 34 km. Informasi dari BMKG menyebutkan: "Info Gempa Mag:3.6, 20-Feb-26 01:08:44 WIB, Lok: 7.88 LS - 107.11 BT (106 km Barat Daya KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 34 km ::BMKG."
Kemudian, gempa dengan kekuatan M2,2 terjadi di Pangandaran pada pukul 02.51 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 62 km Selatan Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 47 km. Detail gempa ini juga dirilis oleh BMKG: "Info Gempa Mag:2.2, 20-Feb-2026 02:51:47 WIB, Lok: 8.25 LS - 108.37 BT, 62 km Selatan KAB-PANGANDARAN-JABAR, Kedlmn: 47 km ::BMKG."
Selain gempa pada Jumat (20/2/2026), pada Rabu (18/2/2026) dini hari dan sore, wilayah Priangan juga diguncang oleh dua gempa. Pertama, gempa M4,8 mengguncang Pangandaran pada pukul 01.00 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 100 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 39 km. Gempa ini dirasakan di Pangandaran dan Tasikmalaya dengan skala III MMI, serta di Garut dengan skala II-III MMI. "Update Info Gempa Mag:4.8, 18-Feb-26 01:00:53 WIB, Lok:8.53 LS - 108.13 BT (100 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 39 Km , Dirasakan di Pangandaran dan Tasikmalaya III MMI, Garut II-III MMI, Ciamis dan Kab. Bandung II MMI ::BMKG."
Pada sore harinya, gempa M2,8 mengguncang Bandung pada pukul 17.24 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 118 km Selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 12 km. Detail gempa ini juga dirilis oleh BMKG: "Info Gempa Mag:2.8, 18-Feb-26 17:24:30 WIB, Lok: 8.02 LS - 107.18 BT (118 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 12 km ::BMKG."
Skala MMI dan Peringatan
BMKG juga memberikan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan tingkat getaran gempa yang dirasakan. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.
