Bagi sebagian orang, Ramadan tidak hanya digunakan sebagai kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan, tetapi juga menjadi momen untuk menurunkan berat badan. Secara teori, selama bulan puasa, pola makan sebenarnya cukup teratur karena kita hanya mengonsumsi makanan saat sahur dan berbuka. Ditambah lagi, waktu yang terbatas membuat kita tidak terlalu banyak makan.
Namun, terkadang teori dan kenyataan bisa sangat berbeda. Bukan hanya tidak menurunkan berat badan, banyak orang justru mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan. Mengapa hal ini terjadi? Berikut penjelasannya!
1. Mengonsumsi makanan berlebihan
Menahan lapar sepanjang hari tidaklah mudah. Akibatnya, ketika akhirnya diperbolehkan makan, banyak orang melakukan tindakan "balas dendam" dengan menghabiskan segala makanan yang tersedia di depannya. DilansirEating Well, makan berlebihan dapat membuat perut kita meregang melebihi ukuran biasanya. Selain menyebabkan ketidaknyamanan pada perut, kondisi ini juga dapat memicu refluks asam lambung.
Lebih buruk lagi jika makanan yang kamu konsumsi adalah makanan olahan berbasis karbohidrat, seperti pizza atau makanan cepat saji. Jenis makanan ini menyebabkan kadar gula darah atau glukosa meningkat secara tajam. Dalam batas wajar, tubuh akan mengubah glukosa menjadi energi. Namun, jika glukosa dalam tubuh terlalu banyak, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak. Jika keadaan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, tidak hanya berat badan yang akan bertambah, tetapi kita juga berisiko mengalami diabetes tipe 2.
2. Tidak bisa berhenti mengonsumsi makanan yang manis-manis
Telah menjadi kebiasaan di Indonesia, bahwa berbuka puasa selalu dimulai dengan makanan yang manis. Sebenarnya, jika hanya mengonsumsi kurma, itu tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu memakan makanan yang mengandung pemanis buatan. DilansirMedical News Today, berbeda dengan kurma, makanan yang terbuat dari pemanis buatan hanya terasa lezat di mulut, tetapi tidak baik bagi tubuh.
Hal ini terjadi karena makanan tersebut tidak mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu, karena makanan ini tidak mengandung serat, proses pencernaannya berlangsung lebih cepat. Akibatnya, perut akan segera merasa lapar dan mendorong kita untuk makan lebih banyak. Hal ini akhirnya menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan.
3. Mengunyah makanan dengan terlalu cepat
Waktu buka puasamemang cukup singkat. Selain harus shalat Maghrib, kita juga terburu-buru dalam menjalankan shalat Isya. Nah, karena waktu yang terbatas ini, banyak orang menjadi makan terlalu cepat. DilansirHealthline, makan dengan cepat memang tidak memberikan efek langsung, tetapi kenyataannya kebiasaan ini sangat buruk bagi sistem pencernaan kita.
Ini, ketika kita makan terlalu cepat, secara alami kita tidak mengunyah makanan dengan sempurna. Akibatnya, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras daripada biasanya. Hal ini sering menyebabkan perut terasa sakit setelah makan.
Selain itu, tubuh kita memerlukan sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita sudah kenyang. Jika kamu makan terlalu cepat, sinyal yang diterima otak akan datang lebih lambat, sehingga membuat kamu makan lebih banyak. Dalam sehari atau dua hari, hal ini tidak terlalu masalah. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, berat badan kamu bisa meningkat secara signifikan.
4. Mengonsumsi makanan gorengan setiap hari
Sudah lengkap rasanya berbuka puasa tanpa mengonsumsi gorengan. Memang, makan bakwan dengan sambal kacang terasa lezat. Namun, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi gorengan setiap hari! DilansirHealthline, makanan seperti gorengan memiliki kandungan kalori, lemak, dan garam yang tinggi.
Kalori dan lemak trans yang tinggi dapat memicu peningkatan berat badan, bahkan obesitas jika dikonsumsi secara terus-menerus. Meskipun beberapa jenis gorengan, seperti tahu isi atau bakwan, terbuat dari bahan sayuran, cara pengolahannya menyebabkan makanan tersebut kehilangan sebagian nutrisi penting yang diperlukan tubuh.
5. Kurang mengonsumsi air mineral
Mengonsumsi minuman manis seperti es buah, es kopi, dan sebagainya memang sangat segar saat berbuka puasa. Namun, jangan sampai kamu lengah hingga mengabaikan air putih. Karena, kunci kelembapan tubuh terletak pada minuman ini.
Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa sekitar 13 jam, kamu perlu minum air putih saat berbuka puasa. Selain itu, mengonsumsi air putih saat berbuka juga bisa mencegahmu makan terlalu banyak sehingga menghindari kenaikan berat badan. Selain itu, gula dalam minuman manis juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Disarankan untuk mengonsumsi setidaknya dua gelas air putih pada waktu tersebut. Setelah itu, kamu dapat melanjutkannya dengan empat gelas lagi hingga mendekati waktu tidur. Pada saat sahur, minumlah air sebanyak dua gelas tambahan. Dengan demikian, kamu akan terhindar dari bahaya dehidrasi.
Setelah seharian berpuasa, momen berbuka memang menjadi yang paling dinantikan. Namun, meskipun belum makan sepanjang hari, bukan berarti kamu harus mengorbankan kesehatan dengan melakukan kebiasaan buruk seperti di atas, bukan?
Referensi
8 Keuntungan Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa 7 Minuman yang Menyebabkan Dehidrasi Saat BerpuasaMengalami kenaikan berat badan? 7 kesalahan utama saat Ramadhan yang menyebabkan penumpukan lemak tubuh.Al Arabiya English. Diakses Maret 2025.
5 kesalahan umum yang sering terjadi selama RamadanEgypt Today. Diakses Maret 2025.
Nutrisi Ramadan: 20 kesalahan yang perlu dihindari agar berpuasa sehatDr. Sumaiya. Diakses Maret 2025.
9 kesalahan yang harus dihindari dalam puasa selaSouth China Morning Post. Diakses Maret 2025.
Kesalahan umum yang dilakukan umat Muslim selama RamadanEgypt Independent. Diakses Maret 2025.
Makan terlalu cepat dapat menyebabkan kenaikan berat badan.Healthline. Diakses Maret 2025.
Apakah makan cepat menyebabkan penambahan berat badan yang lebih banyak?Vinmec. Diakses Maret 2025.
Makanan berlemak: Dampak dan risiko kesehatan.Healthline. Diakses Maret 2025.





