Memprediksi Prospek Saham Komoditas PTBA, ITMG, ARCI, dan ENRG di Tengah Perang

Erfapulsa
By -
0

Prospek saham komoditas terlihat berbeda arah dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,6% ke angka 8.016 dalam perdagangan Senin (2/3). Penurunan IHSG terjadi karena meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Di tengah dominasi saham yang berada dalam kondisi negatif, sektor energi dan bahan baku justru mengalami kenaikan. Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham-saham yang terkait dengan komoditas seperti minyak, emas, dan batu bara.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Cabang Pondok Indah Elandry Pratama menganggap pelemahan IHSG disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu sentimen penghindaran risiko di pasar global. Namun, ia melihat bahwa saham-saham komoditas seperti emas, minyak, dan batu bara berpeluang menunjukkan penguatan di tengah meningkatnya konflik.

  • RMKE Menyelesaikan Pembelian Kembali 11,47 Juta Lembar Saham, Sisa Dana Masih Rp 155 Miliar
  • Perang Berpotensi Menyebabkan Kekurangan dan Kenaikan Harga Energi, Penggunaan Energi Terbarukan Semakin Pesat?
  • Aramco Tutup Pabrik Minyak Terbesar di Arab Saudi Akibat Konflik Iran-AS

Ketika ancaman geopolitik meningkat, para investor cenderung menghindari aset berisiko seperti saham pasar berkembang dan beralih ke instrumen yang lebih aman. Hal ini terlihat dari menurunnya ketenangan pasar global dan penguatan asetsafe haven,” ujar Elandry kepada Erfa Pulsa -, Senin (2/3).

Menurutnya, tekanan jual yang berasal terutama dari investor asing menjadi penyebab utama penurunan IHSG dalam waktu singkat. Dari sisi komoditas, konflik di kawasan Timur Tengah secara historis berpotensi meningkatkan harga minyak dan gas akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan global. Di sisi lain, emas juga menguat karena berperan sebagai aset pelindung saat ketidakpastian meningkat.

Prospek Saham Batu Bara di Tengah Ketegangan Iran dan AS-Israel

Elendry menjelaskan, bagi bisnis batu bara dampaknya dianggap lebih tidak langsung. Namun, dalam pola sebelumnya, kenaikan harga energi global bisa meningkatkan permintaan sehingga memberikan suasana positif terhadap saham-saham batu bara.

Meski begitu, harga saham perusahaan batu bara terlihat meningkat pada perdagangan sesi pertama hari ini. Contohnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kenaikan sebesar 3,08% menjadi 2.680 sedangkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 0,66% menjadi 22.925.

Menurut Elandry, konflik ini dapat menciptakan suasana positif terhadap saham PTBA dan ITMG yang merupakan perusahaan besar di sektor batu bara nasional. Ia menetapkan target harga untuk saham ITMG dan PTBA masing-masing sebesar 23.425 dan 2.920.

Prospek Saham Sektor Emas Sebagai Aset Pelindung Nilai

Sebagai aset pelindung nilai, saham perusahaan industri emas dinilai menjanjikan di tengah ketegangan antar negara. Untuk komoditas emas, Elendry menyoroti Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Archi Indonesia Tbk (ARCI), sedangkan di sektor batu bara terdapat Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) serta Bukit Asam Tbk (PTBA). Ia memprediksi target harga ANTM mencapai 4.760, ARCI 2.050.

Di sisi lain, harga emas global kembali naik karena para investor segera mencari aset-aset yang aman.safe haven itu. Dalam laporan penelitiannya, Tim Penelitian Kiwoom Sekuritas mencatat harga emas terakhir berada pada tingkat US$ 5.328,50 per ons troy.

Kiwoom melihat secara teknis bahwa tren emas masih memiliki peluang untuk terus menguat selama mampu bergerak di atas garis resistensi. Dalam skenario ini, harga logam mulia bisa berpotensi meningkat hingga melewati tingkat US$ 6.000.

Namun, dalam jangka pendek, tingkat emas diperkirakan akan menghadapi hambatan signifikan di kisaran US$ 5.400–5.500, yaitu level tertinggi sebelumnya. Selain itu, indikator relative strength index (RSI) menunjukkan adanya penurunan kekuatan momentum.

“Melihat RSI yang divergence lumayan jauh di bawah,mengapa saya merasa seperti kali iniemas bukan lagi "semangat" itu," tulis tim riset Kiwoom.

Dengan situasi tersebut, Kiwoom menyarankan para pelaku pasar untuk menunggu adanya konfirmasi pergerakan harga yang signifikan (breakout) di atas tingkat US$ 5.400–5.500 sebelum melakukan tindakanaverage upsecara bertahap pada saham-saham yang berkaitan dengan emas.

Selain itu, level dukungan emas berada sekitar US$ 5.280, lalu US$ 5.130 hingga 5.050, serta US$ 5.000, yang juga menjadi wilayah penutupan celah.

Di tengah kondisi perang yang semakin memburuk, emas tetap menjadi alat perlindungan utama. Namun, para investor diingatkan untuk terus memantau pergerakan teknis dan menerapkan strategi masuk pasar dengan hati-hati.

Prospek Saham Sektor Energi Selama Perang di Timur Tengah

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, Elandry mengamati bahwa saham di sektor energi cenderung responsif terhadap perubahan harga komoditas. Dalam sektor ini, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dinilai menarik karena keterkaitannya dengan harga minyak. Ia menetapkan target harga untuk ENRG sebesar Rp 2.100 dan MEDC sebesar Rp 2.000. 2. Elandry selanjutnya memperhatikan bahwa saham di sektor energi sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Di antara saham-saham tersebut, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) disebut menarik berkat ketergantungan mereka pada harga minyak. Target harga yang ditetapkan untuk ENRG adalah Rp 2.100 dan MEDC sebesar Rp 2.000. 3. Berikutnya, Elandry mengamati bahwa saham dalam sektor energi sangat sensitif terhadap pergerakan harga komoditas. Dua saham yang menarik perhatiannya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), yang memiliki eksposur terhadap harga minyak. Target harga untuk ENRG ditetapkan pada Rp 2.100 dan MEDC pada Rp 2.000. 4. Elandry kemudian melihat bahwa saham di sektor energi sangat bergantung pada pergerakan harga komoditas. Dalam sektor ini, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dinilai menarik karena keterkaitannya dengan harga minyak. Target harga yang diberikan untuk ENRG adalah Rp 2.100 dan MEDC sebesar Rp 2.000. 5. Selanjutnya, Elandry memperhatikan bahwa saham di sektor energi sangat rentan terhadap perubahan harga komoditas. Dari sektor tersebut, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dinilai menarik karena ketergantungan mereka pada harga minyak. Target harga yang ditetapkan untuk ENRG adalah Rp 2.100 dan MEDC sebesar Rp 2.000.

Meskipun demikian, ia memperingatkan para investor untuk tetap menjaga disiplin dan selektif dalam merancang strategi investasi. “Sentimen geopolitik bisa menghasilkan volatilitas jangka pendek, sehingga manajemen risiko dan disiplin pada tingkatsupportresistancemenjadi faktor penting untuk memastikan keputusan investasi tetap dapat diukur," katanya.

Di sisi lain, Tim Penelitian Kiwoom mengatakan, harga minyak mentah Brent menunjukkan tanda-tanda penguatan dalam jangka menengah setelah mampu keluar dari pola penurunan. Berdasarkan grafik mingguan, pergerakan harga minyak mentah diperkirakan bisa mencapai US$ 100 per barel ketika harga minyak dibuka pada level US$ 81,5 per barrel.

Laporan Kiwoom menunjukkan bahwa pecahnya tren turun mengonfirmasi perubahan arah pasar dan memberi peluang kenaikan menuju target antara US$ 98,75 hingga US$ 100 per barel. Dari sudut pandang teknis, rangkaian indikator moving average mulai bergerak naik dengan susunan yang semakin optimal, mencerminkan kemungkinan terbentuknya fase uptrend baru dalam harga minyak.

Dalam jangka pendek, tingkat dukungan berada di kisaran US$ 75–73, yang merupakan area upper channel dan berpotensi menjadi titik penutupan celah.

Peningkatan harga minyak biasanya memberikan suasana hati yang positif bagi perusahaan migas, khususnya yang memiliki hubungan langsung dengan perubahan harga komoditas global. Meskipun demikian, para investor tetap disarankan untuk memperhatikan pengelolaan risiko di tengah fluktuasi pasar yang masih tinggi.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default